The Beekeeper’s Apprentice

July 20, 2012

Serial Mary Russell-Sherlock Holmes

Pengarang: Laurie R. King
Penerjemah: Ingrid Dwijani Nimpoeno
Penyunting: Prisca Primasari
Penerbit: Qanita

Tebal: 425 halaman

“Astaga, makhluk ini ternyata bisa berpikir,” seru Sherlock Holmes setelah mengamati profil Mary Russell. Gadis itu begitu cerdas dan pandai. Membuat seorang Sherlock Holmes ternganga. Mulailah Holmes menjadikan Mary muridnya, dan bersama-sama mereka menangani berbagai kasus rumit. Mulai dari penculikan putri senator, usaha peledakan bom, dan pembunuhan.

Namun, di saat perasaan antara guru dan murid itu berkembang, bahaya mengancam. Seorang kriminal kelas kakap mengincar nyawa semua yang dicintai Holmes. Termasuk Mary. Holmes mati-matian berusaha melindungi gadis itu, sembari terus melakukan penyelidikan untuk menemukan si kriminal. Siapa orang itu sebenarnya? Mungkinkah dia punya hubungan dengan masa lalu Holmes, dan berkaitan dengan semua orang yang pernah dikalahkannya?

“King telah melangkah menuju wilayah pribadi Sir arthur Conan Doyle, menggaet Holmes, dan dengan brilian membangkitkannya kembali.”

The Washington Post Book World

“Memikat … menarik … menegangkan.”

Chicago Sun-Times

Advertisements

Pilate’s Wife

December 13, 2011

Istri Pilatus

Pengarang: Antoinette May
Penerjemah: Ingrid Dwijani Nimpoeno
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 544 halaman

Sejarah hanya mencatatnya sebagai istri Pontius Pilatus.
Kini ia akan menceritakan kisahnya.
Penglihatan-penglihatannya
.

Claudia tak pernah menginginkan mimpi-mimpi itu muncul. Namun ia tak dapat mengelak. Melalui talenta istimewanya itu ia dapat mengetahui banyak hal yang akan terjadi.

Ramalan mengenai kedatangan seseorang. Kemenangan yang kelak mempertemukannya dengan kekasihnya. Hingga kematian.

Melalui “penglihatannya”, Claudia melihat nasib orang-orang yang ia cintai. Sekeras apa pun ia berusaha mencegah, akhirnya ia harus menyerah pada takdir.

Satu per satu, orang yang muncul dalam penglihatannya pergi meninggalkannya. Akan tetapi, gambaran mengerikan tentang nasib seorang pria menghantui Claudia sejak lama. Tatapan pria itu penuh permohonan dan penderitaan. Mahkota duri menyayat alisnya.

Claudia tahu, kali ini ia tak boleh tinggal diam.

Ia harus mencoba menyelamatkan pria itu…

The Lost Symbol

April 20, 2010

The Lost Symbol

Pengarang: Dan Brown
Penerjemah: Ingrid Dwijani Nimpoeno
Penerbit: Bentang
Tebal: 705 halaman

“Tangan Misteri yang ditunjukkan penggalan tangan Peter Solomon adalah undangan untukmu, Mr. Langdon. Undangan untuk membuka sebuah portal kuno yang tersembunyi di Washington, DC. Jadi, di manakah portal itu, Profesor?”

Robert Langdon, sang simbolog genius yang berhasil memecahkan Da Vinci Code, kembali hadir dalam petualangan berbahaya yang penuh teka-teki. Undangan ceramah di Gedung Capitol, Washington, DC, berubah menjadi undangan kematian. Seseorang meletakkan simbol Tangan Misteri yang dibuat dari penggalan tangan Peter Solomon, sahabat dan mentor Langdon, sekaligus tokoh penting Persaudaraan Mason.

Sang penculik Peter meminta Langdon memecahkan kode-kode kelompok rahasia Mason yang melindungi sebuah lokasi di Washington, DC. Lokasi penyimpanan kebijakan tertinggi umat manusia, yang konon akan membuat pemegangnya mampu mengubah dunia.

Menjelajahi terowongan-terowongan bawah tanah Capitol, Perpustakaan Kongres, kuil-kuil Mason, dan Monumen Washington, Langdon harus berpacu dengan waktu sekaligus menghindari kejaran CIA yang menganggapnya sebagai ancaman nasional. Sebelum tengah malam, Langdon harus sudah berhasil memecahkan teka-teki kelompok Mason. Jika tidak, nyawa Peter akan melayang, dan rahasia yang konon akan mengguncang Amerika Serikat dan bahkan dunia bakal tersebar.

Amira and Three Cups of Tea

April 20, 2010

Amira and Three Cups of Tea

Pengarang: Greg Mortenson & David Oliver Relin
Penerjemah: Ingrid Dwijani Nimpoeno
Penerbit: qanita
Tebal: 250 halaman

Greg melihat beberapa anak belajar dengan menggunakan papan yang ditulisi dengan ranting dicelup lumpur. Yang lainnya menulis di tanah dengan ranting.

“Menulis di tanah”. Hatinya seakan terkoyak … ia tahu harus berbuat sesuatu. Greg meletakkan kedua tangannya di bahu Haji Ali. “Aku akan membangun sekolah. Aku berjanji.”

Berawal dari janji yang diucapkannya setelah diselamatkan dari ajal di Pegunungan Karakoram, Greg Mortenson mengabdikan hidupnya untuk membangun sekolah-sekolah di perbatasan Afghanistan. Meskipun harus menghadapi tantangan dana, tempat yang terpencil, kecurigaan suku-suku yang bertikai, ancaman pembunuhan, Greg tak pernah mundur dari tekadnya memenuhi janji membangun sekolah untuk anak-anak kaum penolongnya.

Semangat Greg ini juga didukung keluarganya. Termasuk Amira, putrinya yang berusia dua belas tahun. Amira tak mau ketinggalan membantu sahabat-sahabat istimewanya, anak-anak di pedalaman Afghanistan dan Pakistan. Ia berkeliling ke sekolah-sekolah mengumpulkan uang receh untuk program Pennies for Peace. Ia juga menciptakan dan menyanyikan lagu Three Cups of Tea yang seluruh keuntungannya disumbangkan untuk sahabat-sahabatnya itu. Amira pun tak berangkat bersama seluruh keluarganya, terjun langsung membantu pendidikan di sana.

Tanpa menghiraukan batas-batas negara, bangsa, maupun agama, Amira dan ayahnya menebar semangat persaudaraan dan kasih, dan mewujudkan perdamaian dunia dengan langkah-langkah kecil namun bermakna.

The Forgotten Massacre

April 20, 2010

The Forgotten Massacre/Persahabatan dan Cinta di Tengah Tragedi G-30-S PKI

Pengarang: Peer Holm Jorgensen
Penerjemah: Ingrid Dwijani Nimpoeno
Penerbit: qanita
Tebal: 442 halaman

“Novel ini mengajak kita membaca Tragedi 1965 melalui kacamata penulis Eropa. Sesuatu yang masih langka.” –Noorca M. Massardi, pengarang/pewarta

Kasper berdiri mematung.

Jadi desas-desus mengenai kebrutalan tak kenal ampun itu benar.

Dia menatap lelaki di hadapannya.

Lelaki itu membalas tatapan Kasper dengan tenang.

“Mereka bersimpati terhadap Komunis,” katanya.

Dia mengangkat bahu dengan menyesal.

“Maaf.” Lelaki yang lain mengangkat tangan ke tenggorokan.

Bukan untuk menyumpah, tapi untuk mengisyaratkan cara memisahkan

kepala dari tubuh dengan mudah.

***

Jakarta, September 1965. Kapal kargo tempat Kasper, seorang pemuda Denmark, bekerja sebagai asisten koki berlabuh di Tanjung Priok. Selama berada di sana, Kasper menjalin persahabatan dengan banyak pelaut dari berbagai bangsa. Dia bahkan terlibat dalam hubungan cinta segitiga dengan seorang gadis blasteran Belanda-Padang. Semuanya tampak normal, sampai Kasper sadar bahwa dia berada pada waktu dan tempat yang salah.

Saat itu adalah salah satu periode kelam dalam sejarah Indonesia. Setelah peristiwa penculikan dan pembunuhan para jenderal TNI, Partai Komunis Indonesia (PKI) dituding sebagai dalang kudeta terhadap Presiden Sukarno. Ratusan ribu orang yang dianggap sebagai anggota dan simpatisan PKI pun ditangkap, dipenjarakan, dan bahkan dibunuh. Dan Kasper terjebak di tengah tragedi berdarah yang disutradarai oleh CIA itu.

The Forgotten Massacre ditulis berdasarkan pengalaman pribadi seorang Denmark yang secara kebetulan menyaksikan pembantaian berdarah itu. Novel ini mengajak kita memandang tragedi G-30-S PKI dari kacamata orang asing dan dari sisi yang lebih humanis.

”Mungkin kami memang terlibat dalam peristiwa itu. Saya sudah lupa ….”—William Colby, Direktur CIA Divisi Asia Tenggara periode 1962-67, diucapkan pada 1990

“Novel ini adalah pengalaman pribadi tentang harapan, mimp, dan cinta seorang anak muda, yang percaya bahwa semua orang pada dasarnya baik, sampai terbukti sebaliknya. Peer Holm Jorgensen menulis novel suspense yang tak akan Anda sisihkan sampai Anda selesai membacanya. –Marianne Dyhrberg Cornett, Nordjyske, Denmark.

The Host

April 20, 2010

The Host/Sang Pengelana

Pengarang: Stephenie Meyer
Penerjemah: Ingrid Dwijani Nimpoeno
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 770 halaman

Melanie Stryder menolak dilenyapkan.

Bumi dikuasai musuh tak kasatmata dan manusia dijadikan inang oleh para penguasa ini. Otak mereka diambil alih sementara tubuh mereka meneruskan kehidupannya yang lama, seolah-olah tak ada yang berubah.

Ketika Melanie tertangkap, tubuhnya diberikan kepada Wanderer, sang “jiwa” pengelana yang menjadi penguasa barunya. Wanderer telah diperingatkan mengenai berbagai tantangan yang akan dihadapinya dengan hidup dalam inang manusia: luapan emosi, perasaan yang melimpah, dan ingatan yang teramat kental. Namun ada satu yang tak pernah dibayangkan Wanderer: penguasa lama tubuh ini—Melanie Stryder—menolak menyerahkan benaknya sepenuhnya.

Wanderer menyelidiki pikiran-pikiran Melanie, berharap mengetahui di mana keberadaan segelintir manusia yang masih bersembunyi. Namun tanpa disadarinya, Melanie malah memenuhi pikiran Wanderer dengan sosok Jared, laki-laki yang dicintainya dan masih hidup dalam persembunyian. Perlahan namun pasti, Wanderer mulai mendambakan dan menginginkan Jared, dan bersama Melanie ia memutuskan untuk memulai perjalanan panjang mencari laki-laki yang sama-sama mereka cintai itu.

Porcupine

April 20, 2010

Porcupine/Menjadi Kakak

Pengarang: Meg Tilly
Penerjemah: Ingrid Dwijani Nimpoeno
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 245 halaman

Kalau kau ditinggal mati ayahmu, ditelantarkan ibumu, punya dua adik yang masih kecil-kecil, dan hanya memiliki seorang nenek buyut tua sebagai tempat berpegang, apa yang kaulakukan? Kau harus mengumpulkan segenap keberanian, meskipun kau tahu seberapa banyak sih keberanian yang bisa dimiliki seorang remaja…

Ini buku yang istimewa, dan sekaligus juga sangat sederhana, tapi kau akan melewatkan satu hal penting kalau tidak membacanya, sebab kisah di dalamnya akan memperkenalkan kepadamu berbagai wujud keberanian dalam diri remaja seperti dirimu.

The Divide

April 20, 2010

The Divide/Perpisahan

Pengarang: Nicholas Evans
Penerjemah: Ingrid Dwijani Nimpoeno
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 541 halaman

Bermula dari ditemukannya jenazah seorang wanita mudah di pedalaman Rocky Mountains, dimulailah kilas balik yang mengisahkan tragedi yang menimpa sebuah keluarga. Setelah perceraian Sarah dan Benjamin Cooper, anak perempuan mereka, Abbie, terlibat dengan sebuah kelompok ekoteroris yang berbahaya, sedangkan putra mereka, Josh, mencari penghiburan dengan marijuana. Di tengah kesedihan atas kematian Abbie, keluarga Cooper berusaha mengatasi masa lalu dan meneruskan dengan awal yang baru, meski ada hal-hal yang tak mungkin dikembalikan seperti semula.